Selasa, 05 Maret 2013

Photo: >> Ditemukan, Planet Baru Berukuran 2,5 Kali Matahari <<

Tim peneliti internasional yang terdiri dari para astronom, baru-baru ini telah melihat apa yang mereka yakini sebagai peristiwa terbentuknya sebuah planet. Protoplanet yang ditemukan itu seukuran Jupiter, bahkan mungkin dua hingga tiga kali lebih besar.

Protoplanet itu berada di sekitar 335 tahun cahaya Bumi, yang berada di dalam Galaksi Bima Sakti. Posisinya tidak terlalu jauh dari kosmik, sementara Bima Sakti berjarak sekitar 100.000 tahun cahaya.

"Jika temuan ini benar, maka untuk pertama kalinya kami melihat sebuah planet terbentuk," kata Sascha Quanz, kepala penelitian, yang juga seorang astronom dari University ETH Zurich di Swiss, The Wall Street Journal melansir, 5 Maret 2013.

Seperti diketahui, ada dua teori dasar terbentuknya planet. Pertama, butiran debu kecil berputar-putar dan saling berbenturan di sekitar bintang induknya, lalu butiran itu menjadi besar dan lebih besar lagi, kemudian setelah berada di bawah gaya gravitasi, obyek tersebut menjadi padat.

Setelah ratusan ribu tahun, obyek itu terakumulasi dan cukup untuk menjadi sebuah planet. Ini adalah teori yang paling mungkin dari terbentuknya planet di sistem tata surya.

Teori kedua menjelaskan, bahwa ada suatu materi yang mengelilingi sebuah bintang muda, kemudian tertarik oleh gravitasi bintang muda, dan perlahan-lahan bertambah massanya. Secara sederhana, berkumpulnya materi-materi pada suatu tempat, kelak menciptakan sebuah planet dalam waktu beberapa ribu tahun. 

Jika apa yang diamati oleh para peneliti adalah benar planet, maka temuan ini menjadi observasi astronomi pertama yang menyaksikan terbentuknya planet.

Protoplanet ini ditemukan peneliti dengan teleskop inframerah resolusi tinggi yang terletak di Gurun Atamaca, Chili. Awalnya, teleskop canggih itu menangkap citra bintang muda yang diberi nama HD 100.546, dan diperkirakan berukuran 2,5 kali matahari.

Perhatian para astronom pun tersedot ke bintang muda itu karena ada sosok yang terlihat datar di sekitarnya. "Ini indikasi yang baik. Mungkin ada sesuatu yang tersembunyi dan terbentuk dari sosok yang tampak datar itu," ujar Quanz.

Belakangan diketahui obyek itu bukanlah bintang muda, melainkan sebuah protoplanet, yang memerlukan puluhan ribu tahun untuk menjadi besar dan padat.

Saat ini, para peneliti masih terus mempelajari dan mengumpulkan bukti-bukti bagaimana protoplanet itu berevolusi.

"Kami masih mencari tahu sifat kimia dari sosok datar itu, yang membantu pembentukan obyek tersebut," kata Quanz.

Para peneliti telah mempublikasikan hasil temuannya di Astrophysical Journal Letters.

Sumber : VIVAnews
>> Ditemukan, Planet Baru Berukuran 2,5 Kali Matahari <<

Tim peneliti internasional yang terdiri dari para astronom, baru-baru ini telah melihat apa yang mereka yakini sebagai peristiwa terbentuknya sebuah planet. Protoplanet yang ditemukan itu seukuran Jupiter, bahkan mungkin dua hingga tiga kali lebih besar.

Protoplanet itu berada di sekitar 335 tahun cahaya Bumi, yang berada di dalam Galaksi Bima Sakti. Posisinya tidak terlalu jauh dari kosmik, sementara Bima Sakti berjarak sekitar 100.000 tahun cahaya.

"Jika temuan ini benar, maka untuk pertama kalinya kami melihat sebuah planet terbentuk," kata Sascha Quanz, kepala penelitian, yang juga seorang astronom dari University ETH Zurich di Swiss, The Wall Street Journal melansir, 5 Maret 2013.

Seperti diketahui, ada dua teori dasar terbentuknya planet. Pertama, butiran debu kecil berputar-putar dan saling berbenturan di sekitar bintang induknya, lalu butiran itu menjadi besar dan lebih besar lagi, kemudian setelah berada di bawah gaya gravitasi, obyek tersebut menjadi padat.

Setelah ratusan ribu tahun, obyek itu terakumulasi dan cukup untuk menjadi sebuah planet. Ini adalah teori yang paling mungkin dari terbentuknya planet di sistem tata surya.

Teori kedua menjelaskan, bahwa ada suatu materi yang mengelilingi sebuah bintang muda, kemudian tertarik oleh gravitasi bintang muda, dan perlahan-lahan bertambah massanya. Secara sederhana, berkumpulnya materi-materi pada suatu tempat, kelak menciptakan sebuah planet dalam waktu beberapa ribu tahun. 

Jika apa yang diamati oleh para peneliti adalah benar planet, maka temuan ini menjadi observasi astronomi pertama yang menyaksikan terbentuknya planet.

Protoplanet ini ditemukan peneliti dengan teleskop inframerah resolusi tinggi yang terletak di Gurun Atamaca, Chili. Awalnya, teleskop canggih itu menangkap citra bintang muda yang diberi nama HD 100.546, dan diperkirakan berukuran 2,5 kali matahari.

Perhatian para astronom pun tersedot ke bintang muda itu karena ada sosok yang terlihat datar di sekitarnya. "Ini indikasi yang baik. Mungkin ada sesuatu yang tersembunyi dan terbentuk dari sosok yang tampak datar itu," ujar Quanz.

Belakangan diketahui obyek itu bukanlah bintang muda, melainkan sebuah protoplanet, yang memerlukan puluhan ribu tahun untuk menjadi besar dan padat.

Saat ini, para peneliti masih terus mempelajari dan mengumpulkan bukti-bukti bagaimana protoplanet itu berevolusi.

"Kami masih mencari tahu sifat kimia dari sosok datar itu, yang membantu pembentukan obyek tersebut," kata Quanz.

Para peneliti telah mempublikasikan hasil temuannya di Astrophysical Journal Letters.

Sumber : VIVAnews

Pasangan facebook ♥

Satriia Akaatsukii Mey Mey

     Jesslyn Aniela





   Annisa Fitria Annisa


       Dafa Warpos 

Senin, 04 Februari 2013

Al Qur’an Menjawab Teka- Teki Pembangunan Piramida

Photo: Al Qur’an Menjawab Teka- Teki Pembangunan Piramida

Sejak lama para ilmuwan bingung bagaimana cara sebuah piramida dibangun. Hal ini karena teknologi mengangkat batu-batu besar yang bisa mencapai ribuan kilogram ke puncak-puncak bangunan belum ditemukan di zamannya.

Apa rahasia di balik pembangunan piramida ini? Times edisi 1 Desember 2006, menerbitkan berita ilmiah yang mengkonfirmasi bahwa Firaun menggunakan tanah liat untuk membangun piramida! Menurut penelitian tersebut disebutkan bahwa batu yang digunakan untuk membuat piramida adalah tanah liat yang dipanaskan hingga membentuk batu keras yang sulit dibedakan dengan batu aslinya.

Para ilmuwan mengatakan bahwa Firaun mahir dalam ilmu kimia dalam mengelola tanah liat hingga menjadi batu. Dan teknik tersebut menjadi hal yang sangat rahasian jika dilihat dari kodifikasi nomor di batu yang mereka tinggalkan. Profesor Gilles Hug, dan Michel Profesor Barsoum menegaskan bahwa Piramida yang paling besar di Giza, terbuat dari dua jenis batu: batu alam dan batu-batu yang dibuat secara manual alias olahan tanah liat.

Dan dalam penelitian yang dipublikasikan oleh majalah “Journal of American Ceramic Society” menegaskan bahwa Firaun menggunakan jenis tanah slurry untuk membangun monumen yang tinggi, termasuk piramida. Ini karena tidak mungkin bagi seseorang untuk mengangkat batu berat ribuan kilogram. Sementara untuk dasarnya, Firaun menggunakan batu alam. Lumpur tersebut merupakan campuran lumpur kapur di tungku perapian yang dipanaskan dengan uap air garam dan berhasil membuat uap air sehingga membentuk campuran tanah liat.

Kemudian olahan itu dituangkan dalam tempat yang disediakan di dinding piramida. Singkatnya lumpur yang sudah diolah menurut ukuran yang diinginkan tersebut dibakar, lalu diletakkan di tempat yang sudah disediakan di dinding piramid. Profesor Davidovits telah mengambil batu piramida yang terbesar untuk dilakukan analisis dengan menggunakan mikroskop elektron terhadap batu tersebut dan menemukan jejak reaksi cepat yang menegaskan bahwa batu terbuat dari lumpur.

Selama ini, tanpa penggunaan mikroskop elektron, ahli geologi belum mampu membedakan antara batu alam dan batu buatan. Dengan metode pembuatan batu besar melalui cara ini, sang profesor membutuhkan waktu 10 hari hingga mirip dengan batu aslinya. Sebelumnya, seorang ilmuwan Belgia, Guy Demortier, telah bertahun-tahun mencari jawaban dari rahasia di balik pembuatan batu besar di puncak-puncak piramida. Ia pun berkata, “Setelah bertahun-tahun melakukan riset dan studi, sekarang saya baru yakin bahwa piramida yang terletak di Mesir dibuat dengan menggunakan tanah liat.”

Penemuan oleh Profesor Prancis Joseph Davidovits soal batu-batu piramida yang ternyata terbuat dari olahan lumpur ini memakan waktu sekitar 20 tahun. Sebuah penelitian yang lama tentang piramida Bosnia, “Piramida Matahari” dan menjelaskan bahwa batu-batunya terbuat dari tanah liat! Ini menegaskan bahwa metode ini tersebar luas di masa lalu. Sebuah gambar yang digunakan dalam casting batu-batu kuno piramida matahari mengalir di Bosnia, dan kebenaran ilmiah mengatakan bahwa sangat jelas bahwa metode tertentu pada pengecoran batu berasal dari tanah liat telah dikenal sejak ribuan tahun yang lalu dalam peradaban yang berbeda baik Rumania atau Firaun!

Al Qur’an Ternyata Lebih Dulu Punya jawaban Jika dipahami lebih dalam, ternyata Alquran telah mengungkapkan hal ini 1400 tahun sebelem mereka
mengungkapkannya, perhatikan sebuah ayat dalam Al Qur’an berikut ini:

Dan berkata Firaun: “Hai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui tuhan bagimu selain aku. Maka bakarlah hai Haman untukku tanah liat, kemudian buatkanlah untukku bangunan yang tinggi supaya aku dapat naik melihat Tuhan Musa, dan sesungguhnya aku benar-benar yakin bahwa dia termasuk orang-orang pendusta”. (Al Qashash – 38)

Subhanallah! bukti menakjubkan yang menunjukkan bahwa bangunan bangunan raksasa, patung-patung raksasa dan tiang- tiang yang ditemukan dalam peradaban tinggi saat itu, juga dibangun dari tanah liat! Al-Quran adalah kitab pertama yang mengungkapkan rahasia bangunan piramida, bukan para Ilmuwan Amerika dan Prancis. Kita tahu bahwa Nabi saw tidak pergi ke Mesir dan tidak pernahmelihat piramida, bahkan mungkin tidak pernah mendengar tentangnya. Kisah Firaun, terjadi sebelum masa Nabi saw ribuan tahun yang lalu, dan tidak ada satupun di muka bumi ini pada waktu itu yang mengetahui tentang rahasia piramida.

Sebelum ini, para ilmuwan tidak yakin bahwa Firaun menggunakan tanah liat dan panas untuk membangun monumen tinggi kecuali beberapa tahun belakangan ini. Ajaib, 1400 tahun yang lampau, Nabi Muhammad saw, berbilang tahun setelah berakhirnya dinasti Firaun memberitahukan bahwa Firaun membangun monumen yang kelak dinamakan Piramid menggunakan tanah liat. Kenyataan ini sangat jelas dan kuat membuktikan bahwa nabi Muhammad saw tidaklah berbicara sesuai hawa nafsunya saja melainkan petunjuk dari Allah yang menciptakan Firaun dan menenggelamkannya, dan Dia pula yang menyelamatkan nabi Musa Dan Dia pula yang memberitahukan kepada Nabi terakhir-Nya akan hakikat ilmiah ini, dan ayat ini menjadi saksi kebenaran kenabiannya dikemudian hari!

Al Qur’an Menjawab Teka- Teki Pembangunan Piramida

Sejak lama para ilmuwan bingung bagaimana cara sebuah piramida dibangun. Hal ini karena teknologi mengangkat batu-batu besar yang bisa mencapai ribuan kilogram ke puncak-puncak bangunan belum ditemukan di zamannya.

Apa rahasia di balik pembangunan piramida ini? Times edisi 1 Desember 2006, menerbitkan berita ilmiah yang mengkonfirmasi bahwa Firaun menggunakan tanah liat untuk membangun piramida! Menurut penelitian tersebut disebutkan bahwa batu yang digunakan untuk membuat piramida adalah tanah liat yang dipanaskan hingga membentuk batu keras yang sulit dibedakan dengan batu aslinya.

Para ilmuwan mengatakan bahwa Firaun mahir dalam ilmu kimia dalam mengelola tanah liat hingga menjadi batu. Dan teknik tersebut menjadi hal yang sangat rahasian jika dilihat dari kodifikasi nomor di batu yang mereka tinggalkan. Profesor Gilles Hug, dan Michel Profesor Barsoum menegaskan bahwa Piramida yang paling besar di Giza, terbuat dari dua jenis batu: batu alam dan batu-batu yang dibuat secara manual alias olahan tanah liat.

Dan dalam penelitian yang dipublikasikan oleh majalah “Journal of American Ceramic Society” menegaskan bahwa Firaun menggunakan jenis tanah slurry untuk membangun monumen yang tinggi, termasuk piramida. Ini karena tidak mungkin bagi seseorang untuk mengangkat batu berat ribuan kilogram. Sementara untuk dasarnya, Firaun menggunakan batu alam. Lumpur tersebut merupakan campuran lumpur kapur di tungku perapian yang dipanaskan dengan uap air garam dan berhasil membuat uap air sehingga membentuk campuran tanah liat.

Kemudian olahan itu dituangkan dalam tempat yang disediakan di dinding piramida. Singkatnya lumpur yang sudah diolah menurut ukuran yang diinginkan tersebut dibakar, lalu diletakkan di tempat yang sudah disediakan di dinding piramid. Profesor Davidovits telah mengambil batu piramida yang terbesar untuk dilakukan analisis dengan menggunakan mikroskop elektron terhadap batu tersebut dan menemukan jejak reaksi cepat yang menegaskan bahwa batu terbuat dari lumpur.

Selama ini, tanpa penggunaan mikroskop elektron, ahli geologi belum mampu membedakan antara batu alam dan batu buatan. Dengan metode pembuatan batu besar melalui cara ini, sang profesor membutuhkan waktu 10 hari hingga mirip dengan batu aslinya. Sebelumnya, seorang ilmuwan Belgia, Guy Demortier, telah bertahun-tahun mencari jawaban dari rahasia di balik pembuatan batu besar di puncak-puncak piramida. Ia pun berkata, “Setelah bertahun-tahun melakukan riset dan studi, sekarang saya baru yakin bahwa piramida yang terletak di Mesir dibuat dengan menggunakan tanah liat.”

Penemuan oleh Profesor Prancis Joseph Davidovits soal batu-batu piramida yang ternyata terbuat dari olahan lumpur ini memakan waktu sekitar 20 tahun. Sebuah penelitian yang lama tentang piramida Bosnia, “Piramida Matahari” dan menjelaskan bahwa batu-batunya terbuat dari tanah liat! Ini menegaskan bahwa metode ini tersebar luas di masa lalu. Sebuah gambar yang digunakan dalam casting batu-batu kuno piramida matahari mengalir di Bosnia, dan kebenaran ilmiah mengatakan bahwa sangat jelas bahwa metode tertentu pada pengecoran batu berasal dari tanah liat telah dikenal sejak ribuan tahun yang lalu dalam peradaban yang berbeda baik Rumania atau Firaun!

Al Qur’an Ternyata Lebih Dulu Punya jawaban Jika dipahami lebih dalam, ternyata Alquran telah mengungkapkan hal ini 1400 tahun sebelem mereka
mengungkapkannya, perhatikan sebuah ayat dalam Al Qur’an berikut ini:

Dan berkata Firaun: “Hai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui tuhan bagimu selain aku. Maka bakarlah hai Haman untukku tanah liat, kemudian buatkanlah untukku bangunan yang tinggi supaya aku dapat naik melihat Tuhan Musa, dan sesungguhnya aku benar-benar yakin bahwa dia termasuk orang-orang pendusta”. (Al Qashash – 38)

Subhanallah! bukti menakjubkan yang menunjukkan bahwa bangunan bangunan raksasa, patung-patung raksasa dan tiang- tiang yang ditemukan dalam peradaban tinggi saat itu, juga dibangun dari tanah liat! Al-Quran adalah kitab pertama yang mengungkapkan rahasia bangunan piramida, bukan para Ilmuwan Amerika dan Prancis. Kita tahu bahwa Nabi saw tidak pergi ke Mesir dan tidak pernahmelihat piramida, bahkan mungkin tidak pernah mendengar tentangnya. Kisah Firaun, terjadi sebelum masa Nabi saw ribuan tahun yang lalu, dan tidak ada satupun di muka bumi ini pada waktu itu yang mengetahui tentang rahasia piramida.

Sebelum ini, para ilmuwan tidak yakin bahwa Firaun menggunakan tanah liat dan panas untuk membangun monumen tinggi kecuali beberapa tahun belakangan ini. Ajaib, 1400 tahun yang lampau, Nabi Muhammad saw, berbilang tahun setelah berakhirnya dinasti Firaun memberitahukan bahwa Firaun membangun monumen yang kelak dinamakan Piramid menggunakan tanah liat. Kenyataan ini sangat jelas dan kuat membuktikan bahwa nabi Muhammad saw tidaklah berbicara sesuai hawa nafsunya saja melainkan petunjuk dari Allah yang menciptakan Firaun dan menenggelamkannya, dan Dia pula yang menyelamatkan nabi Musa Dan Dia pula yang memberitahukan kepada Nabi terakhir-Nya akan hakikat ilmiah ini, dan ayat ini menjadi saksi kebenaran kenabiannya dikemudian hari!

Bumi Bakal Miskin Hujan di Masa Depan


Bumi Bakal Miskin Hujan di Masa Depan

Pakar iklim dunia memperkirakan, Bumi akan mengalami lebih sedikit hujan di masa depan karena pemanasan global. Fenomena tersebut berbeda dengan pemanasan di masa lalu yang justru meningkatkan curah hujan.

Dalam publikasi di jurnal Nature, ilmuwan mengungkapkan bahwa pemanasan global yang disebabkan oleh gas rumah kaca dari aktivitas manusia memiliki dampak berbeda dari pemanasan yang hanya disebabkan oleh peningkatan radiasi Matahari.

Menurut para ilmuwan, perbedaan tersebut disebabkan karena gas rumah kaca memicu pemanasan pada zona atmosfer berbeda. Gas rumah kaca memperkecil perbedaan temperatur antarlapisan atmosfer. Atmosfer menjadi lebih stabil sehingga curah hujan menurun.

"Untuk peningkatan temperatur yang sama, pemanasan akibat radiasi Matahari saja akan memicu curah hujan lebih tinggi daripada gas rumah kaca," papar peneliti dalam publikasinya di Nature, seperti dikutip AFP.

"Dengan lebih sedikit curah hujan (akibat pemanasan karena gas rumah kaca) maka berarti secara rata-rata ada potensi peningkatan kekeringan," kata Bin Wang, peneliti dari International Pacific Research Center, University of Hawaii, yang terlibat riset.

Radiasi Matahari bisa meningkat karena aktivitas vulkanik, label aerosol di atmosfer, dan perubahan orbit Bumi terhadap Matahari. Hasil riset ini menunjukkan adanya potensi turunnya curah hujan di masa depan secara global, bukan lokal.

Air Kelapa Dapat Atasi Masalah Wanita


Air Kelapa Dapat Atasi Masalah Wanita

Air kelapa disebut sebagai minuman alami yang mampu menghidrasi tubuh dengan baik. Kandungan protein dan mineralnya juga memberikan manfaat kesehatan lebih, khusunya bagi kaum hawa. Seperti dilansir Boldsky, manfaat penting air kelapa untuk kesehatan wanita.

Atasi mual
Tak banyak yang mengetahui bahwa mengkonsumsi air kelapa dalam jumlah moderat di pagi hari, dapat menenangkan efek morning sickness, termasuk mual dan muntah. Asam alurat dalam air kelapa pun mengandung antibakteri dan antimikroba yang melindungi tubuh dari infeksi. Ini sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan ibu dan bayi dari berbagai virus dan bakteri.

Infeksi saluran kemih
Air kepala bersifat diuretik alami yang dapat melancarkan serta membersihkan saluran kemih dan racun tubuh. Oleh karena sangat disarankan bagi para penderita batu ginjal dan saluran kemih untuk konsumsi air kelapa setiap hari.

Hidrasi tubuh
Berkurangnya cairan tubuh yang berlebihan dapat memunculkan komplikasi kesehatan. Saat tubuh mengalami dehidrasi, artinya tubuh kehilangan elektrolit yang keluar bersama dengan keringat. Namun hal ini dapat diatasi dengan kesegaran air kelapa ini. Kandungan kalium yang tinggi (lima kali lipat) dalam air kelapa hijau akan mengunci elektrolit dalam otot tubuh Anda.

Melangsingkan
Khasiat air kelapa juga diyakini dapat menurunkan berat badan. Air kelapa ini mengubah lemak menjadi massa otot, menyumbang lebih banyak kalori, menjaga metabolisme sel, serta memperlancar proses pencernaam.

Singkirkan jerawat
Tak perlu banyak menggunakan produk kecantikan untuk mendapatkan kulit mulus. Penelitian menyebutkan jika air kelapa bermanfaat untuk menjaga kelembaban alami kulit dan mengatasi kulit berminyak.
Konsumsi air kepala tiga kali dalam seminggu membantu mengurangi produksi sebum pada kulit. Selain itu, air kelapa juga mampu mengatasi masalah jerawat membandel.

Masalah genital
Vaginitis merupakan peradangan atau iritasi di sekitar areal intim wanita. Untuk mengatasi ketidaknyamanan ini, air kelapa bisa digunakan untuk membasmi bakteri dan membantu mengurangi peradangan di areal intim ini.

Inilah Misteri Sungai Euphrat di Iraq

Photo: Inilah Misteri Sungai Euphrat di Iraq

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Kiamat tidak akan terjadi sehingga sungai Euphrat surut menyibakkan gunung emas, di atasnya orang-orang berperang, sehingga dari setiap seratus orang akan terbunuh sembilan puluh sembilan. Setiap orang dari mereka mengatakan, “Mudah-mudahan, akulah orang yang selamat itu.” [HR. Bukhari dan Muslim]

Dalam sebuah hadits disebutkan, “Hampir tiba masanya, sungai Euphrat surut menyingkapkan pembendaharaan emas. Siapa yang menghadirinya, janganlah mengambilnya sedikitpun.” [HR. Bukhari dan Muslim]

Ubay bin Ka’ab: “Hampir tiba masanya, sungai Euphrat surut menyingkapkan gunung emas. Jika orang-orang mendengar hal itu, mereka berjalan ke sana. Maka orang-orang yang ada di sana mengatakan, “Jika kita membiarkan orang-orang mengambilinya, mereka pasti akan mengambil seluruhnya,” Beliau bersabda, “Maka, mereka bertempur di atasnya, sehingga setiap seratus orang terbunuh sembilan puluh sembilan.” [HR. Muslim]

Ibnu Hajar dalam menyarahkan hadist ini mengatakan bahwa surutnya air sungai Euphrat akan terjadi menjelang kemunculan Al-Mahdi

Rasulullah saw bersabda, “Kiamat tidak akan terjadi sehingga sungai Euphrat surut menyingkapkan gunung emas, di atasnya orang-orang berperang, sehingga setiap seratus orang akan terbunuh sembilan puluh sembilan. Setiap orang dari mereka mengatakan: “Mudah-mudahan, akulah orang yang selamat itu.”[HR. Ahmad]

Syaikh Yusuf al Wabil mengatakan bahwa yang dimaksud dengan ‘gunung emas’ di sini bukanlah minyak bumi sebagai mana pendapat Abu ‘Ubaiyyah dalam ta’liqnya terhadap kitab An-Nihayah Fil Fitan (1:208) karya Ibnu Katsir, dengan beberapa alasan sebagai berikut:

a. Bahwa dalam nash hadist itu disebutkan lafal “jabal min dzahab” (gunung emas), sedang minyak bumi bukan emas secara hakiki, karena emas merupakan tambang yang sudah dikenal.

b. Bahwa Nabi saw memberitahukan bahwansanya air sungai itu akan menyingkap gunung emas yang dilihat orang, sedangkan minyak bumi itu digali dari dalam bumi dari kedalaman yang amat dalam dengan menggunakan alat-alat.

c. Bahwa Nabi saw mengkhususkan sungai Furat (Euphrat) dengan keistimewaan ini, tanpa menyertakan laut dan sungai lain, sedang minyak bumi digali dari laut dan dari darat di berbagai tempat sebagaimana yang kita lihat.

d. Nabi saw memberitahukan bahwa orang-orang akan berperang di sisi pembendaharaan ini, dan tidak diberitakan bahwa mereka berperang ketika digalinya minyak bumi dari Furat (Euphrat) atau lainnya. Bahkan Nabi saw melarang orang yang mendatanginya, sebagaimana disebutkan dalam riwayat laindari Ubay bin Ka’ab r.a, ia berkata, “Manusia senantiasa berselisih dan bersitegang urat leher dalam mencari kekayaan duniawi …, sesungguhnya saya pernah mendengar Rasulullah saw bersabda, “Tidak akan datang hari kiamat sehingga sungai Euphrat menyingkap gunung emas, maka barangsiapa yang datang kepadanya, janganlah ia mengambil susuatu darinya. [Shahih Muslim, Kitab Al-Fitan wa Asyrathus-Sa'ah, Bab Laa Taquumu As-Sa'atu Hatta Yahsira Al-Furat 'an Jabal min Dzahab 18:19]

Orang yang menafsirkan “gunung emas” ini dengan minyak bumi, maka sebagai konsekuensinya ia harus menetapkan dilarangnya mengambil minyak bumi ini (karena di dalam hadits tersebut Rasulullah saw melarang seseorang mengambil sesuatu darinya – Penj.), padahal tidak ada seorangpun yang berani mengatakan demikian.

Al-Hafizh Ibnu Hajar menguatkan pendapat yang mengatakan bahwa dilarangnya mengambil emas ini disebabkan hal ini dapat menimbulkan fitnah dan peperangan. [Fathul-Baari 13:81]. Selengkapnya lihat: Tanda-tanda kiamat, Syaikh Yusuf Al Wabil hal 159-160]

Pujian Allah terhadap sungai Euphrat

Dalam riwayat dari Malik bin Sha’sha’ah (dalam hadits tentang mi’raj ke Sidratul Muntaha) disebutkan bahwasanya Rasulullah saw bersabda, “…Kemudian saya diangkat ke Sidratul Muntaha, dibawahnya ada empat buah sungai, dua sungai yang tersembunyi dan dua sungai lainnya jelas terlihat. Aku menanyakan hal itu kepada Jibril, maka Jibril menjawab, “Dua sungai yang tersembunyi adalah sungai di dalam surga, sedangkan dua sungai yang jelas terlihat adalah sungai Nil dan Euphrat.” [HR. Bukhari: Bad-ul Khalqi bab Dzikrul Malaikah no. 2968 dan Muslim: Kitabul iman bab al-isra' no. 238]

Dari Abu Hurairah ia berkata, Rasulullah saw bersabda, “Sungai Saihan, Jihan, Euphrat dan Nil adalah sungai yang mengalir dari (mata air di) surga.” [HR. Muslim: Bab ma fid dunya min anharil jannah no. 5073, Ahmad no. 7547]

Dari Abu Hurairah ia berkata, Rasulullah saw bersabda, “Ada empat sungai yang dialirkan dari surga, yaitu sungai Euphrat, Nil, Saihan dan Jaihan.” [HR. Ahmad no. 7229, Abu Ya'la no. 5788 dan Al Khatib. Dinyatakan hasan oleh Al-Albani dalam Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah no. 112]

Syaih Nashirudin Al-Albani berkata, “Barangkali apa yang dimaksud Nabi bahwa sungai-sungai tersebut berasal dari surga adalah sama seperti manusia yang juga berasal dari surga. Hadist ini tidak bertentangan dengan fakta bahwa kedua sungai ini berasal dari mata air yang sangat dikenal di bumi ini. Jika bukan ini atau hal yang serupa yang dimaksud oleh hadits tersebut, maka hal tersebut merupakan sesuatu yang ghaib yang harus kita percayai dan kita terima, karena Nabi sendirilah yang menceritakan kepada kita.” [Silsilah Al-Ahadits Ash-Shaihah 1/178]
Inilah Misteri Sungai Euphrat di Iraq

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Kiamat tidak akan terjadi sehingga sungai Euphrat surut menyibakkan gunung emas, di atasnya orang-orang berperang, sehingga dari setiap seratus orang akan terbunuh sembilan puluh sembilan. Setiap orang dari mereka mengatakan, “Mudah-mudahan, akulah orang yang selamat itu.” [HR. Bukhari dan Muslim]

Dalam sebuah hadits disebutkan, “Hampir tiba masanya, sungai Euphrat surut menyingkapkan pembendaharaan emas. Siapa yang menghadirinya, janganlah mengambilnya sedikitpun.” [HR. Bukhari dan Muslim]

Ubay bin Ka’ab: “Hampir tiba masanya, sungai Euphrat surut menyingkapkan gunung emas. Jika orang-orang mendengar hal itu, mereka berjalan ke sana. Maka orang-orang yang ada di sana mengatakan, “Jika kita membiarkan orang-orang mengambilinya, mereka pasti akan mengambil seluruhnya,” Beliau bersabda, “Maka, mereka bertempur di atasnya, sehingga setiap seratus orang terbunuh sembilan puluh sembilan.” [HR. Muslim]

Ibnu Hajar dalam menyarahkan hadist ini mengatakan bahwa surutnya air sungai Euphrat akan terjadi menjelang kemunculan Al-Mahdi

Rasulullah saw bersabda, “Kiamat tidak akan terjadi sehingga sungai Euphrat surut menyingkapkan gunung emas, di atasnya orang-orang berperang, sehingga setiap seratus orang akan terbunuh sembilan puluh sembilan. Setiap orang dari mereka mengatakan: “Mudah-mudahan, akulah orang yang selamat itu.”[HR. Ahmad]

Syaikh Yusuf al Wabil mengatakan bahwa yang dimaksud dengan ‘gunung emas’ di sini bukanlah minyak bumi sebagai mana pendapat Abu ‘Ubaiyyah dalam ta’liqnya terhadap kitab An-Nihayah Fil Fitan (1:208) karya Ibnu Katsir, dengan beberapa alasan sebagai berikut:

a. Bahwa dalam nash hadist itu disebutkan lafal “jabal min dzahab” (gunung emas), sedang minyak bumi bukan emas secara hakiki, karena emas merupakan tambang yang sudah dikenal.

b. Bahwa Nabi saw memberitahukan bahwansanya air sungai itu akan menyingkap gunung emas yang dilihat orang, sedangkan minyak bumi itu digali dari dalam bumi dari kedalaman yang amat dalam dengan menggunakan alat-alat.

c. Bahwa Nabi saw mengkhususkan sungai Furat (Euphrat) dengan keistimewaan ini, tanpa menyertakan laut dan sungai lain, sedang minyak bumi digali dari laut dan dari darat di berbagai tempat sebagaimana yang kita lihat.

d. Nabi saw memberitahukan bahwa orang-orang akan berperang di sisi pembendaharaan ini, dan tidak diberitakan bahwa mereka berperang ketika digalinya minyak bumi dari Furat (Euphrat) atau lainnya. Bahkan Nabi saw melarang orang yang mendatanginya, sebagaimana disebutkan dalam riwayat laindari Ubay bin Ka’ab r.a, ia berkata, “Manusia senantiasa berselisih dan bersitegang urat leher dalam mencari kekayaan duniawi …, sesungguhnya saya pernah mendengar Rasulullah saw bersabda, “Tidak akan datang hari kiamat sehingga sungai Euphrat menyingkap gunung emas, maka barangsiapa yang datang kepadanya, janganlah ia mengambil susuatu darinya. [Shahih Muslim, Kitab Al-Fitan wa Asyrathus-Sa'ah, Bab Laa Taquumu As-Sa'atu Hatta Yahsira Al-Furat 'an Jabal min Dzahab 18:19]

Orang yang menafsirkan “gunung emas” ini dengan minyak bumi, maka sebagai konsekuensinya ia harus menetapkan dilarangnya mengambil minyak bumi ini (karena di dalam hadits tersebut Rasulullah saw melarang seseorang mengambil sesuatu darinya – Penj.), padahal tidak ada seorangpun yang berani mengatakan demikian.

Al-Hafizh Ibnu Hajar menguatkan pendapat yang mengatakan bahwa dilarangnya mengambil emas ini disebabkan hal ini dapat menimbulkan fitnah dan peperangan. [Fathul-Baari 13:81]. Selengkapnya lihat: Tanda-tanda kiamat, Syaikh Yusuf Al Wabil hal 159-160]

Pujian Allah terhadap sungai Euphrat

Dalam riwayat dari Malik bin Sha’sha’ah (dalam hadits tentang mi’raj ke Sidratul Muntaha) disebutkan bahwasanya Rasulullah saw bersabda, “…Kemudian saya diangkat ke Sidratul Muntaha, dibawahnya ada empat buah sungai, dua sungai yang tersembunyi dan dua sungai lainnya jelas terlihat. Aku menanyakan hal itu kepada Jibril, maka Jibril menjawab, “Dua sungai yang tersembunyi adalah sungai di dalam surga, sedangkan dua sungai yang jelas terlihat adalah sungai Nil dan Euphrat.” [HR. Bukhari: Bad-ul Khalqi bab Dzikrul Malaikah no. 2968 dan Muslim: Kitabul iman bab al-isra' no. 238]

Dari Abu Hurairah ia berkata, Rasulullah saw bersabda, “Sungai Saihan, Jihan, Euphrat dan Nil adalah sungai yang mengalir dari (mata air di) surga.” [HR. Muslim: Bab ma fid dunya min anharil jannah no. 5073, Ahmad no. 7547]

Dari Abu Hurairah ia berkata, Rasulullah saw bersabda, “Ada empat sungai yang dialirkan dari surga, yaitu sungai Euphrat, Nil, Saihan dan Jaihan.” [HR. Ahmad no. 7229, Abu Ya'la no. 5788 dan Al Khatib. Dinyatakan hasan oleh Al-Albani dalam Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah no. 112]

Syaih Nashirudin Al-Albani berkata, “Barangkali apa yang dimaksud Nabi bahwa sungai-sungai tersebut berasal dari surga adalah sama seperti manusia yang juga berasal dari surga. Hadist ini tidak bertentangan dengan fakta bahwa kedua sungai ini berasal dari mata air yang sangat dikenal di bumi ini. Jika bukan ini atau hal yang serupa yang dimaksud oleh hadits tersebut, maka hal tersebut merupakan sesuatu yang ghaib yang harus kita percayai dan kita terima, karena Nabi sendirilah yang menceritakan kepada kita.” [Silsilah Al-Ahadits Ash-Shaihah 1/178]

India akan berlakukan hukuman mati buat pelaku pemerkosaan


India akan berlakukan hukuman mati buat pelaku pemerkosaan

Kabinet India baru-baru ini telah menyetujui adanya pemberian hukuman lebih berat buat pelaku pemerkosaan, termasuk hukuman mati. Hal ini diambil setelah negeri Sungai Gangga itu diguncang kasus pemerkosaan brutal terhadap seorang mahasiswi 23 tahun di dalam sebuah bus, di Ibu Kota New Delhi, pertengahan bulan lalu.
Situs asiaone.com melaporkan, Sabtu (2/2), perubahan peraturan ini memang harus disetujui oleh Presiden India Pranab Mukherjee agar nantinya ditetapkan menjadi undang-undang. Aturan itu di antaranya melipat gandakan hukuman minimal bagi pelaku pemerkosa serta memberlakukan hukuman mati ketika korban pemerkosaan itu meninggal.

"Kami telah mengambil langkah cepat dan kami berharap tindakan ini akan membuat perempuan merasa lebih aman di negeri ini," kata Menteri Kehakiman India, Ashwani Kumar, Jumat pekan lalu.

Perubahan undang-undang terkait kasus pemerkosaan di India memang diharapkan akan disetujui Mukherjee awal pekan ini. Namun, undang-undang itu masih tetap harus disahkan oleh parlemen.

Di bawah undang-undang itu, nantinya hukuman minimum bagi pelaku pemerkosaan baik dilakukan oleh beberapa orang, perseorangan, polisi atau seorang pejabat, maka akan digandakan menjadi 20 tahun penjara. Menurut undang-undang yang masih berlaku, tersangka pemerkosaan hanya terancam pidana tujuh sampai sepuluh tahun penjara.

Selain itu, kabinet juga telah menyusun peraturan baru untuk memidanakan mereka yang melakukan pengintipan dan penguntit di dalam undang-undang baru itu.

Persidangan terhadap lima pelaku pemerkosaan mahasiswi pada 16 Desember lalu itu akan dilakukan dengan cepat di pengadilan New Delhi. Pelaku akan dikenakan pasal pembunuhan, penculikan, dan pemerkosaan, yang mengakibatkan terbunuhnya korban.
Korban meninggal setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura, dua pekan setelah kejadian.

Sementara pelaku ke enam akan menjalani persidangan di pengadilan anak-anak lantaran masih berusia di bawah 17 tahun.
Kasus pemerkosaan itu langsung memicu demonstrasi besar-besaran dan kemarahan di seantero India. Para pengunjuk rasa meminta agar pemerintah dapat menjamin keselamatan kaum perempuan.